Kamis, 01 Januari 2009



ST 12, yang dimotori oleh Pepep (drum), Pepeng (gitar), dan Charly (vokal) merupakan grup band asal Bandung yang meroket pamornya lewat hit Aku Masih Sayang, di album kedua ini mereka tidak hanya sekadar mempertahankan konsep bermusik pop bercorak Melayu yang terasa easy listening.

”Tetapi dari 12 lagu yang ada di album kedua, kita mencampurkan beberapa aliran musik, seperti disko, reggae dan akustik,” kata Pepep, drummer sekaligus pemrakarsa terbentuknya ST 12, saat berbincang dengan Republika di Jakarta, Senin (12/5).

Meski menyisipkan corak ‘asing’, Pepep menegaskan bukan berarti mereka meninggalkan identitas musikal ST 12 yang dikenal sebagai pengusung musik pop-Melayu. ”Kita hanya ingin mengambil segmentasi pendengar yang lebih luas,” kata musisi ini menerangkan seputar penyisipan musik disko dan reggae di album kedua ST 12.

”Harus kita sadari bahwa orang punya cara dan selera yang berbeda dalam menikmati musik. Ada yang butuh musik menghentak, mellow, atau minimalis ornamen yang mengedepankan harmonisasi. Semua itu yang kita suguhkan di album kedua ini,” kata Pepep menjelaskan kembali.

Sementara Charly van Houtten, vokalis ST 12, menambahkan bahwa warna musik disko dan reggae yang hadir d album kedua masih tetap mengedepankan identitas musikalisasi grup musik ini. ”Tetap ada unsur Melayunya,” kata pria yang memiliki cengkok vokal Melayu ini.

Charly mengungkapkan lagu yang dihadirkan dalam versi disko berjudul Cinta Jangan Dinanti-nanti. Selanjutnya tembang bertajuk Saat Kau Jauh dikemas secara reggae. Selain kedua lagu tadi, masih ada dua lagu lagi yang dihadirkan dalam konsep baru ST 12. Kedua lagu tersebut berjudul Batu Nisan dan Cinta Tidak Direstui. ”Keduanya kita hadirkan dalam konsep slow akustik. Artinya kita tidak hanya menghadirkan permainan akustik itu sebagai pembukanya saja, tetapi disajikan secara full akustik.”


Single andalan
Untuk album kedua ST 12 justru menempatkan single berjudul Puspa sebagai lagu andalannya. Puspa ini merupakan kependekan dari Putuskan Saja Pacarmu. Tembang ini, kata Pepep, masih tetap ST 12 banget. ”Musikalisasinya masih tetap warna musik ST 12 asli dan masih terus dipertahankan. Saat orang mendengar lagu ini, maka mereka akan bisa mengenali bahwa ini adalah ST 12.”

Sebagai lagu andalan, Trinity Optima Production selaku label recording tempat ST 12 bernaung, secara khusus langsung membuatkan video klip untuk single Puspa. Dalam video klip ini dihadirkan aktris Luna Maya sebagai modelnya.

Charly menceritakan peran Luna dalam video klip Puspa ini sebagai perempuan yang sudah memiliki kekasih. ”Tetapi saya menyuruh dia agar memutuskan pacarnya, lalu saya meminta kepada dia untuk bilang I Love You kepada saya,” kata pria ini sambil tersipu malu saat menceritakan konsep dari video klip Puspa ini.

Sementara, Luna Maya, yang duduk di dekat ketiga personel ST 12, menjelaskan tentang perannya di video klip terbaru ST 12. ”Ini kan tuntutan profesionalisme kerja saja,” katanya singkat.

Untuk video klip Puspa ini, ST 12 dan Trinity memberikan kepercayaannya kepada sutradara Guntur. Clippers muda ini sebelumnya pernah menggarap video klip ST 12 yang berjudul Rasa yang Tertinggal. Sementara itu debut album ST 12 yang dilansir tiga tahun silam berjudul Aku Tak Sanggup Lagi menorehkan prestasi penjualan lebih dari 300 ribu keping.

Berkat penjualan tersebut, pihak Trinity memberikan penghargaan double platinum kepada grup yang menyingkat ST 12 dari nama lokasi di kawasan Bandung, yakni Stasiun Timur Nomor 12

"PETERPAN BUAT ALBUM"

Album pamungkas “Peterpan”

Agustus 14, 2008 · 2 Tanggapan

Jum’at 8 Agustus 2008, Peterpan mengeluarkan album terbarunya. Album tersebut dikatakan sebagai album pamungkas dari Peterpan alias album terakhir, karena setelah album ini Ariel, Uki, Lukman dan Reza tidak akan berkarya dibawah bendera “Peterpan” lagi. sesuai dengan kesepakatan mereka dengan Indra dan Andhika yang sudah tidak bergabung dengan meraka lagi dalam satu bendera “Peterpan”.

Andhika meminta agar Ariel dkk tidak memakai nama Peterpan lagi setelah Album ke-5 atau habis kontrak dengan Musika lagi. Menurut Andhika nama Peterpan itu didapat dari insprasinya. Jadi Ariel dkk tidak boleh memakai nama Peterpan lagi setelah itu.

Walaupun di Album terbarunya “Peterpan” hanya membuat 3 lagu baru namun Album itu dianggap sebagai Album terakhir mereka. Ariel pun belum mempunyai nama yang tepat untuk mengganti nama Peterpan.

Selain masalah nama, kini peterpan pun memiliki masalah lain, yaitu tentang lagu yang berjudul “Yang Terbaik dan Terindah” yang sebenarnya milik asal kalimantan yang bernama “Asoka Band” yang dibeberapa radio disebutkan sebagai lagu dari peterpan. Namun Ariel dkk tidak memberikan penjelasan tentang hal tersebut.

Tapi mudah-mudahan Ariel dkk masih dapat memberikan yang terbaik dan terindah bagi penggemarnya diseluruh Indonesia. Amiiiieen………

Kategori: berita terkini · musik · opini

SELAMAT TAHUN BARU

Dar..........dar..............dar.........
hore..........hore.....................

Ditahun yang B@ru ini,semoga kita bisa memperbaharui sikap dan mental kita semua,
dan meninggalkan sifat-sifat buruk kita di tahun lalu,mulailah dengan yang lebih bermanfat bagi kehidupan kita selain dari pada itu kita juga harus bisa menjaga diri supaya tidak terulang lagi keburukan kita masa lalu.


Ingat...........................Coy.................









NYMPHEA

NYMPHEA

BAND BIOGRAPHY
Nymphea adalah salah satu band alternative rock dari pulau dewata Bali yang berdiri pada tanggal 4 Januari 2005, dengan formasi awal adalah Sari (vocals), CGL (gitar), Arie (bass) dan Risky (drums). Namun karena merasa Nymphea kurang klop karena tidak adanya gitaris rhythm maka akhirnya CGL mengajak adiknya Sodick untuk bermain bass di Nymphea dan Arie yang tadinya bermain Bass akhirnya bermain gitar di Nymphea. Tetapi pada pertengahan tahun 2007 ini, Risky dan Arie mengundurkan diri dari Nymphea karena disibukkan oleh pekerjaannya yang menuntut dia harus fokus dalam karirnya. Dan untuk mengisi posisi drum akhirnya Nymphea di bantu oleh Aguzt drummer dari band punk The Menace. Dan karena akhirnya Nymphea merasa cocok dengan permainan drum Aguzt maka diangkatlah dia menjadi personil tetap, hingga formasi Nymphea hingga saat ini.

Nama Nymphea sendiri diambil dari bahasa Inggris “Nymph” yang berarti bidadari, dan untuk memudahkan pengucapannya ditambahkanlah huruf “e” dan “a” dibelakang kata “nymph” sehingga menjadi Nymphea. Nymphea sendiri dalam memainkan musiknya banyak terpengaruh band-band Punk Rock dan Grunge seperti AFI, Sugar Cult, Nirvana, Foo Fighter dan Hole. Pada pertengahan tahun 2005 Nymphea merilis sebuah mini album sebanyak 500 keping cd dan membagikannya secara gratis kepada teman-teman, fans, media lokal, pengamat musik dan event-event organizer. Akan tetapi saat Sari melanjutkan studinya di Australia dia membawa cd mini album Nymphea dan dijual secara hand by hand disana seharga AUS $ 5 dan laku hingga 100 keping cd.

grup-photo-3-copy2.jpg

Menurut beberapa pengamat musik, Nymphea merupakan band yang memiliki vocal wanita dengan karakter yang kuat dan enerjik, serta dibalut dengan musik yang cadas bernafaskan Rock. Bagi pecinta musik yang tinggal di Pulau Dewata ini pasti tidak asing dengan band yang rajin menyambangi pentas besar maupun pentas kecil, dari pensi-pensi sekolah hingga sampai ajang musik terbesar di Indonesia yaitu Soundrenaline. Dan Nymphea pun cukup sering melakukan pentasnya di luar Bali seperti di Lombok, Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta dan yang kemarin terakhir di Demak serta Jogjakarta.

—————————————————-

ARTIST DETAILS

Nama: NYMPHEA
Tanggal/Tahun Berdiri : 4 Januari 2005
Genre: Alternative Rock

Personnel:

1. Sari (vokal)
2. CGL (gitar & vokal latar)
3. Sodick (bas)

SUPERMAN IS DEAD

Superman Is Dead Peduli Kaum Minoritas

TIGA orang pria yang berasal dari Bali, beberapa waktu lalu mengguncang panggung Level 2, superbazar-nya SMAN 2 Bandung. Tentunya, belia enggak mau ketinggalan untuk ngobrol-ngobrol bareng band yang mengusung genre punk rock. Ditemui di sebuah kamar hotel di bilangan Sukajadi, Bobby Cool (lead vox, guitar), Eka Rock (bass, backing vox), dan Jerinx (drum) berbagi keriaan dengan belia, sebelum manggung, hehehe… Simak bareng-bareng ya!

Ketiga pria yang tergabung dalam Superman Is Dead (SID) ini bukan pertama kalinya tampil di Kota Bandung. "Kali ini, kita datang ke Bandung perasaan lebih fun, haha… Mungkin karena mau main di pensi anak SMA, jadi semangat," kata Jerinx. Ugh, pantes aja performa mereka di Level 2 mampu menghipnotis puluhan ribu pasang mata. Selain penampilan yang oke, dari segi musikalitas, band asal Kuta, Bali yang sedang menyiapkan album baru ini pun enggak kalah ciamiknya.

Seperti roda, karier mereka di dunia musik Indonesia sempat mengalami jatuh bangun. Memulai lewat jalur indie, SID akhirnya berhasil merangkak ke jalur mainstream, tetapi tanpa harus menanggalkan identitas asli mereka. "Banyak orang yang enggak tahu gimana perjuangan kami dalam mempertahankan idealisme. Kami sempat bolak-balik label untuk diskusi segala hal. Akhirnya, pihak label mau menerima beberapa persyaratan yang kami bikin. Lagian indie label sekarang pun udah bisa setara dengan major label," jelas Jerinx.

Salah satu syarat yang berhasil mereka pertahankan adalah lagu-lagu yang sebagian besar liriknya berbahasa Inggris. "Daripada pake bahasa Belanda, kan mending pake bahasa Inggris," canda Bobby. "Referensi kami dari dulu kebanyakan lagu dengan bahasa Inggris. Tanpa disadari akhirnya lagu-lagu kami banyak yang berbahasa Inggris. Namun, untuk pendengar yang belum paham bahasa Inggris, di album ’Black Market Love’, kami mencantumkan penjelasan di bawah lirik lagu yang berbahasa Inggris," tuturnya lagi.

Pria-pria penggemar sepeda low rider ini juga cerita kalau musik yang mereka mainkan sejak dulu, didedikasikan untuk kaum marginal atau kaum minoritas. "Album ’Black Market’ Love ini banyak menceritakan kisah cinta yang ‘salah’. Kami punya pesan kalau cinta itu enggak selalu manis. Pokoknya cinta itu seperti kentut. Kalau ditahan malah bikin perut tambah sakit, tetapi kalau dikeluarkan bisa bikin keributan, hehehe…" kata Eka sambil ketawa. Jika belia sempat melihat video klip mereka yang berjudul "Lady Rose", barangkali belia bisa langsung menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh SID.

Bukan hanya pesan cinta seperti itu saja yang ingin disampaikan oleh SID, melainkan pesan cinta untuk mereka yang tersisih dan terlupakan, seperti para korban bencana alam, bahkan cinta untuk lingkungan. "Yang paling mengena adalah saat kami bersama-sama dengan warga Bali menggelar konser peduli bom Bali. Kami bekerja sama dengan semua pihak di Bali untuk membantu para korban. Banyak orang yang punya persepsi kalau orang-orang Bali enggak peduli dengan kejadian di luar Bali karena mereka menganggap Bali sudah seperti negara sendiri, padahal enggak begitu. Kami masih peduli dengan keadaan di luar Bali," ujar Jerinx serius. Hmm, di balik penampilan mereka yang gahar ternyata trio ini punya kepedulian yang begitu besar terhadap sesama manusia. Gimana dengan kamu? ***

tisha_belia@yahoo.com Penulis: ---taken from Pikiran Rakyat---

SUPERMAN IS DEAD

Superman Is Dead Peduli Kaum Minoritas

TIGA orang pria yang berasal dari Bali, beberapa waktu lalu mengguncang panggung Level 2, superbazar-nya SMAN 2 Bandung. Tentunya, belia enggak mau ketinggalan untuk ngobrol-ngobrol bareng band yang mengusung genre punk rock. Ditemui di sebuah kamar hotel di bilangan Sukajadi, Bobby Cool (lead vox, guitar), Eka Rock (bass, backing vox), dan Jerinx (drum) berbagi keriaan dengan belia, sebelum manggung, hehehe… Simak bareng-bareng ya!

Ketiga pria yang tergabung dalam Superman Is Dead (SID) ini bukan pertama kalinya tampil di Kota Bandung. "Kali ini, kita datang ke Bandung perasaan lebih fun, haha… Mungkin karena mau main di pensi anak SMA, jadi semangat," kata Jerinx. Ugh, pantes aja performa mereka di Level 2 mampu menghipnotis puluhan ribu pasang mata. Selain penampilan yang oke, dari segi musikalitas, band asal Kuta, Bali yang sedang menyiapkan album baru ini pun enggak kalah ciamiknya.

Seperti roda, karier mereka di dunia musik Indonesia sempat mengalami jatuh bangun. Memulai lewat jalur indie, SID akhirnya berhasil merangkak ke jalur mainstream, tetapi tanpa harus menanggalkan identitas asli mereka. "Banyak orang yang enggak tahu gimana perjuangan kami dalam mempertahankan idealisme. Kami sempat bolak-balik label untuk diskusi segala hal. Akhirnya, pihak label mau menerima beberapa persyaratan yang kami bikin. Lagian indie label sekarang pun udah bisa setara dengan major label," jelas Jerinx.

Salah satu syarat yang berhasil mereka pertahankan adalah lagu-lagu yang sebagian besar liriknya berbahasa Inggris. "Daripada pake bahasa Belanda, kan mending pake bahasa Inggris," canda Bobby. "Referensi kami dari dulu kebanyakan lagu dengan bahasa Inggris. Tanpa disadari akhirnya lagu-lagu kami banyak yang berbahasa Inggris. Namun, untuk pendengar yang belum paham bahasa Inggris, di album ’Black Market Love’, kami mencantumkan penjelasan di bawah lirik lagu yang berbahasa Inggris," tuturnya lagi.

Pria-pria penggemar sepeda low rider ini juga cerita kalau musik yang mereka mainkan sejak dulu, didedikasikan untuk kaum marginal atau kaum minoritas. "Album ’Black Market’ Love ini banyak menceritakan kisah cinta yang ‘salah’. Kami punya pesan kalau cinta itu enggak selalu manis. Pokoknya cinta itu seperti kentut. Kalau ditahan malah bikin perut tambah sakit, tetapi kalau dikeluarkan bisa bikin keributan, hehehe…" kata Eka sambil ketawa. Jika belia sempat melihat video klip mereka yang berjudul "Lady Rose", barangkali belia bisa langsung menangkap pesan yang ingin disampaikan oleh SID.

Bukan hanya pesan cinta seperti itu saja yang ingin disampaikan oleh SID, melainkan pesan cinta untuk mereka yang tersisih dan terlupakan, seperti para korban bencana alam, bahkan cinta untuk lingkungan. "Yang paling mengena adalah saat kami bersama-sama dengan warga Bali menggelar konser peduli bom Bali. Kami bekerja sama dengan semua pihak di Bali untuk membantu para korban. Banyak orang yang punya persepsi kalau orang-orang Bali enggak peduli dengan kejadian di luar Bali karena mereka menganggap Bali sudah seperti negara sendiri, padahal enggak begitu. Kami masih peduli dengan keadaan di luar Bali," ujar Jerinx serius. Hmm, di balik penampilan mereka yang gahar ternyata trio ini punya kepedulian yang begitu besar terhadap sesama manusia. Gimana dengan kamu? ***

tisha_belia@yahoo.com Penulis: ---taken from Pikiran Rakyat---